Terkadang. . .

March 21st, 2008 by fabrication

     Terkadang manusia suka egois. Mereka tidak memikirkan perasaan manusia lainnya. Hanya memikirkan diri sendiri, tidak peduli konsekuensi. Tidakkah mereka faham sesungguhnya sikap egois itu hanya akan membawa petaka yang berkelanjutan? Petaka yang akan menjerumuskan seseorang ke ruang derita?
       Terkadang cinta memang menyakitkan, jikalau tidak terbalas. Cinta yang bertepuk sebelah tangan, membuat hati serasa pupus bak hancur lebur. Susah untuk dipungkiri, namun itu yang sering terjadi pada kita ini. Derita duka lara, pedih dambakan cumbu mesra. Namun pantaskah cinta dijadikan segala-galanya?
       Terkadang kubingung tak habis fikir, betapa menyedihkan bila orang sanggup berbuat apa saja demi cinta. Mereka sanggup berbuat apa saja demi memuaskan hasrat jiwa. Apa saja, kapan saja, di mana saja, demi cinta.
Oh cinta, sungguh gila.
       Terkadang bila seseorang sudah terlanjur cinta mati pada pujaannya, yang terlintas di benaknya hanyalah rasa ingin memiliki tak sanggup untuk berpisah. Seperti yang telah terjadi pada temanku. Kisah dia dan pujaan hatinya. Sungguh ironis, sungguh sebuah tragedi.
        Terkadang ku tak mengerti apa yang mendasari perbuatan temanku ini. Kisah temanku bermula ketika ia jatuh hati pada seorang gadis di kelasnya. Namun sang gadis hanya menganggap temanku ini bagaikan abangnya sendiri, berhubung temanku berumur lebih tua dari gadis itu. Dapat dikatakan bahwa mereka berdua memang amatlah akrab bak sepasang kekasih, namun tali kasih yang terjalin menurut sang gadis hanyalah seperti hubungan seorang abang dan adik.
        Terkadang  ingin ku memutar balikkan waktu sehingga semua ini dapat dihindari. Setelah sekian lama menahan pedih dan pahitnya mencoba menjalin kasih dengan sang gadis pujaan hatinya, temanku pada akhirnya menyerah dan bertindak gegabah. Ia melakukan perbuatan bodoh yang menurutku tak termaafkan. Temanku mencoba mengakhiri hayatnya dengan cara meminum racun serangga. Untung saja salah seorang teman satu unitnya menemukan temanku tergeletak bergelinang buih di kamarnya. Dengan segera temanku dibawa ke RS terdekat dan dirawat untuk beberapa hari. Nasib baik pertemuannya dengan malaikat maut tertunda dahulu.
        Terkadang manusia memang suka bertindak bodoh dan gegabah. Dan sayangnya, temanku ini termasuk dari mereka. Tidakkah ia tahu bahwa sesungguhnya perbuatan membunuh diri adalah hal yang dilarang Tuhan dan agama? Oh teman, betapa bodoh dirimu. Akibat perbuatannya itu, bukan hanya kehilangan kesadaran, tapi temanku juga kehilangan orang yang amat sangat disayanginya. Sang gadis pujaan hati temanku itu, memutuskan untuk menjaga jarak, dengan tujuan agar temanku bisa sedikit demi sedikit memudarkan rasa cintanya, jikalau mereka jarang bertemu.
        Terkadang ku bertanya pada diriku, bahwasanya yang dirasakan temanku ini adalah rasa CINTA ataupun OBSESI? Memang sulit untuk memberi penilaian tersendiri akan kemutlakan perasaan hati. Karena ada kalanya dimana cinta itu sendiri dapat berubah menjadi obsesi, dan obsesi pula, mampu bertukar menjadi cinta seiring dengan bergulirnya waktu.

        Terkadang cinta sungguh sulit dimengerti, sungguh amat menyakitkan. Namun cinta adalah anugerah terindah pemberian Sang Raja Manusia.

CHEERS!

Persepsi

March 13th, 2008 by fabrication

     Sangat mudah bagi manusia untuk dapat
ditipu oleh penampilan. Tidakkah kita sering mengatakan "don’t judge a
book by its cover
"? Akan tetapi, masih ada saja orang-orang yang merasa
sulit untuk tidak menilai buku berdasarkan sampulnya saja.

         Penampilan yang berkesan, acapkali berbuahkan kesan pertama yang begitu menggoda, vice-versa.
Saat kita memiliki kesan terhadap orang lain, persepsi akan tercipta,
baik positif maupun negatif. Persepsi inilah yang sebenarnya amat
krusial dalam proses sosialisasi manusia di lingkungan sosialnya.
         Hubungan baik dan buruk antarmanusia bisa dikatakan tergantung
persepsi dari masing-masing individu terhadap orang lain di sekitarnya. Persepsi ini sendiri dapat juga diartikan sebagai cara manusia memberi penilaian kepada manusia lain. Warna kulit, bentuk fisik, agama maupun asal-usul seseorang merupakan hal-hal yang biasanya mempengaruhi persepsi manusia.
         Seperti yang tertera di atas, persepsi seseorang tidak selamanya positif. Ada kalanya dimana persepsi itu berupa penilaian negatif. Persepsi yang cenderung negatif dapat dicerminkan oleh perilaku yang negatif pula. Aku ambil contoh dari persepsi yang biasanya ditujukan kepada orang-orang kulit hitam (no offense buat teman-teman yang berkulit hitam).
         Pernah kubaca di salah satu website yang mencantumkan jumlah kejahatan di Amerika Serikat, bahwasanya pelaku kejahatan di sana rata-rata adalah orang-orang berkulit hitam. Tapi aku yakin orang-orang kulit putih juga pasti sering melakukan tindak kriminal. Mungkin saja yang buat website itu orangnya rasis dan tidak suka orang-orang kulit hitam. Bentuk rasisme inilah yang merupakan perilaku negatif alhasil dari sebuah persepsi yang negatif.
         Nah, kemarin saat aku dan teman-temanku berada di ruang lecture, ada kejadian yang sangat membuatku kecewa. Salah satu temanku bertindak rasis kepada seorang pelajar yang berasal dari Uganda (daerah Afrika sana). Ketika pelajar Uganda itu bertanya apakah dia boleh duduk di sebelah kami, spontan temanku menjawab "someone is sitting here." Padahal, tidak ada siapa-siapa yang duduk di sebelah kami. Namun setelah itu, ada pelajar yang bukan berkulit hitam ingin duduk di tempat yang sama. Temanku langsung saja mempersilahkan pelajar itu.
         Kuajukan tanya pada temanku kenapa dia memberi izin pelajar yang tidak berkulit hitam untuk duduk di sebelah kami tapi tidak buat yang dari Uganda itu. Dengan santai dia menjawab "males gw sebelah orang item, ntar rese lagi!" Gila kataku, tega sekali manusia ini. Apa hak dia menentukan berdasarkan warna kulit?!
Secara tidak langsung, pelajar Uganda tersebut telah menjadi ‘korban persepsi’ temanku. Sungguh mengecewakan.
          Wahai umat manusia, jangan biarkan matamu butakan hatimu! Jangan biarkan persepsimu menjadi belenggu jiwamu!

Semoga kita semua bisa bersikap adil dan penuh kasih sayang kepada sesama manusia. Amin.



CHEERS!

Sebuah Debut

March 12th, 2008 by fabrication

     Salam sejahtera kepada teman-teman semuanya, para bloggers juga pembaca sekalian. Blogging bukanlah hal yang baru, dan memang sudah tidak asing lagi. Namun tidak untuk diriku, yang senantiasa ingin mencoba berbagai ilmu. Jujur saja, aku belum pernah seumur-umur mengutarakan perasaan, mencurahkan kisah hati, atau sesekali bercerita pengalaman hidupku dalam bentuk tulisan.
        Karena menurutku, itu sesuatu yang tidak perlu. Ku berkata pada diriku "buat apa aku harus bercerita kisahku kepada orang lain?!" Akan tetapi, aku baru menyadari indahnya berbagi. Seperti yang tertera dalam bahasa Inggris, "SHARING IS CARING", "AND TO CARE IS A BEAUTIFUL THING". Ku sadar bahwa tidak semua orang bisa mengalami apa yang ku alami, hadir saat peristiwa itu terjadi, melihat dan menyaksikan dengan mata kepala sendiri.
         Maka itu, aku ingin mencoba berbagi pengalaman hidupku, agar dapat ku jadikan sebuah kisah untuk masa depan, sebuah memori dari masa lalu.

SELAMAT MEMBACA TEMAN-TEMAN!



CHEERS!