Terkadang. . .

     Terkadang manusia suka egois. Mereka tidak memikirkan perasaan manusia lainnya. Hanya memikirkan diri sendiri, tidak peduli konsekuensi. Tidakkah mereka faham sesungguhnya sikap egois itu hanya akan membawa petaka yang berkelanjutan? Petaka yang akan menjerumuskan seseorang ke ruang derita?
       Terkadang cinta memang menyakitkan, jikalau tidak terbalas. Cinta yang bertepuk sebelah tangan, membuat hati serasa pupus bak hancur lebur. Susah untuk dipungkiri, namun itu yang sering terjadi pada kita ini. Derita duka lara, pedih dambakan cumbu mesra. Namun pantaskah cinta dijadikan segala-galanya?
       Terkadang kubingung tak habis fikir, betapa menyedihkan bila orang sanggup berbuat apa saja demi cinta. Mereka sanggup berbuat apa saja demi memuaskan hasrat jiwa. Apa saja, kapan saja, di mana saja, demi cinta.
Oh cinta, sungguh gila.
       Terkadang bila seseorang sudah terlanjur cinta mati pada pujaannya, yang terlintas di benaknya hanyalah rasa ingin memiliki tak sanggup untuk berpisah. Seperti yang telah terjadi pada temanku. Kisah dia dan pujaan hatinya. Sungguh ironis, sungguh sebuah tragedi.
        Terkadang ku tak mengerti apa yang mendasari perbuatan temanku ini. Kisah temanku bermula ketika ia jatuh hati pada seorang gadis di kelasnya. Namun sang gadis hanya menganggap temanku ini bagaikan abangnya sendiri, berhubung temanku berumur lebih tua dari gadis itu. Dapat dikatakan bahwa mereka berdua memang amatlah akrab bak sepasang kekasih, namun tali kasih yang terjalin menurut sang gadis hanyalah seperti hubungan seorang abang dan adik.
        Terkadang  ingin ku memutar balikkan waktu sehingga semua ini dapat dihindari. Setelah sekian lama menahan pedih dan pahitnya mencoba menjalin kasih dengan sang gadis pujaan hatinya, temanku pada akhirnya menyerah dan bertindak gegabah. Ia melakukan perbuatan bodoh yang menurutku tak termaafkan. Temanku mencoba mengakhiri hayatnya dengan cara meminum racun serangga. Untung saja salah seorang teman satu unitnya menemukan temanku tergeletak bergelinang buih di kamarnya. Dengan segera temanku dibawa ke RS terdekat dan dirawat untuk beberapa hari. Nasib baik pertemuannya dengan malaikat maut tertunda dahulu.
        Terkadang manusia memang suka bertindak bodoh dan gegabah. Dan sayangnya, temanku ini termasuk dari mereka. Tidakkah ia tahu bahwa sesungguhnya perbuatan membunuh diri adalah hal yang dilarang Tuhan dan agama? Oh teman, betapa bodoh dirimu. Akibat perbuatannya itu, bukan hanya kehilangan kesadaran, tapi temanku juga kehilangan orang yang amat sangat disayanginya. Sang gadis pujaan hati temanku itu, memutuskan untuk menjaga jarak, dengan tujuan agar temanku bisa sedikit demi sedikit memudarkan rasa cintanya, jikalau mereka jarang bertemu.
        Terkadang ku bertanya pada diriku, bahwasanya yang dirasakan temanku ini adalah rasa CINTA ataupun OBSESI? Memang sulit untuk memberi penilaian tersendiri akan kemutlakan perasaan hati. Karena ada kalanya dimana cinta itu sendiri dapat berubah menjadi obsesi, dan obsesi pula, mampu bertukar menjadi cinta seiring dengan bergulirnya waktu.

        Terkadang cinta sungguh sulit dimengerti, sungguh amat menyakitkan. Namun cinta adalah anugerah terindah pemberian Sang Raja Manusia.

CHEERS!

Comments are closed.